UJI MUTU FISIK DAN UJI MUTU KIMIA PADA SNACK BAR JAPISBELL (JAWAWUT, PISANG KEPOK, IKAN BELANAK) SEBAGAI ALTERNATIF CAMILAN PENDERITA DIABETES MELITUS

Hardianti, Khanaya Annisa (2026) UJI MUTU FISIK DAN UJI MUTU KIMIA PADA SNACK BAR JAPISBELL (JAWAWUT, PISANG KEPOK, IKAN BELANAK) SEBAGAI ALTERNATIF CAMILAN PENDERITA DIABETES MELITUS. Diploma thesis, POLTEKKES KEMENKES MEDAN.

[thumbnail of COVER] Text (COVER)
COVER.pdf - Published Version

Download (939kB)
[thumbnail of BAB 1] Text (BAB 1)
BAB I.pdf - Published Version

Download (368kB)
[thumbnail of BAB 2] Text (BAB 2)
BAB II.pdf - Published Version

Download (857kB)
[thumbnail of BAB 3] Text (BAB 3)
BAB III.pdf - Published Version

Download (959kB)
[thumbnail of BAB 4] Text (BAB 4)
BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (533kB)
[thumbnail of BAB 5] Text (BAB 5)
BAB V.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (231kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA DAN LAMPIRAN] Text (DAFTAR PUSTAKA DAN LAMPIRAN)
DAFTAR PUSTAKA & LAMPIRAN.pdf - Published Version

Download (4MB)

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit metabolik yang memerlukan pengaturan pola makan, termasuk dalam pemilihan makanan selingan. Pemanfaatan bahan pangan lokal seperti jawawut, pisang kepok, dan ikan belanak dapat dikembangkan menjadi snack bar Japisbell yang berpotensi sebagai alternatif camilan bagi penderita diabetes melitus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya terima secara organoleptik dan mutu kimia snack bar Japisbell.
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat formulasi perlakuan dan dua kali pengulangan. Uji organoleptik dilakukan terhadap 60 panelis semi terlatih menggunakan skala hedonik. Analisis warna dilakukan menggunakan sistem Commission Internationale de l'Éclairage (CIE Lab), sedangkan analisis mutu kimia meliputi indeks glikemik, kadar serat, total antioksidan, flavonoid, dan seng. Data dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi D dengan komposisi 30 g jawawut, 70 g pisang kepok, dan 20 g ikan belanak merupakan formulasi yang paling disukai panelis. Analisis warna menunjukkan nilai L*=37,8; a*=4,4; dan b*=12,2 yang menggambarkan warna cokelat gelap. Hasil analisis mutu kimia menunjukkan indeks glikemik sebesar 58,03, kadar serat 6,67%, flavonoid 9,50 mg/100 g, seng 4,0 mg/100 g, dan total antioksidan 38,89 ppm. Snack bar Japisbell formulasi D memiliki karakteristik warna cokelat gelap, tekstur renyah, rasa gurih, dan aroma khas kue serta berpotensi sebagai alternatif camilan bagi penderita diabetes melitus karena memiliki indeks glikemik cenderung rendah dan kandungan serat, flavonoid, seng, serta antioksidan yang baik. Sebaiknya dapat dilanjutkan dengan memberikan snank bar Japisbell pada penderita DM, setelah melalui proses uji pra-klinis pada tikus wistar jantan.

Kata kunci: Diabetes Melitus, Snack bar, Organoleptik, Mutu Kimia, Indeks Glikemik

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Jurusan/Prodi Gizi Kemenkes Poltekkes Medan > Skripsi Mahasiswa Jurusan D4 Gizi
Depositing User: Herly Nainggolan Nainggolan
Date Deposited: 18 Sep 2026 09:12
Last Modified: 18 Sep 2026 09:12
URI: https://repository.poltekkes-medan.ac.id/id/eprint/7908

Actions (login required)

View Item
View Item