GAMBARAN Enterobius vermicularis PADA ANAK BALITA DENGAN METODE ANAL SWAB DI KOMPLEK BTN KELURAHAN BESAR, KECAMATAN MEDAN LABUHAN

Silalahi, Marissa Anggreini (2026) GAMBARAN Enterobius vermicularis PADA ANAK BALITA DENGAN METODE ANAL SWAB DI KOMPLEK BTN KELURAHAN BESAR, KECAMATAN MEDAN LABUHAN. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Medan.

[thumbnail of COVER & ABSTRAK] Text (COVER & ABSTRAK)
1. COVER & ABSTRAK.pdf - Published Version

Download (848kB)
[thumbnail of BAB I] Text (BAB I)
2. BAB I.pdf - Published Version

Download (166kB)
[thumbnail of BAB II] Text (BAB II)
3. BAB II.pdf - Published Version

Download (232kB)
[thumbnail of BAB III] Text (BAB III)
4. BAB III.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (282kB)
[thumbnail of BAB IV] Text (BAB IV)
5. BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (108kB)
[thumbnail of BAB V] Text (BAB V)
6. BAB V.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (90kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA & LAMPIRAN] Text (DAFTAR PUSTAKA & LAMPIRAN)
7. DAFTAR PUSTAKA & LAMPIRAN.pdf - Published Version

Download (1MB)

Abstract

Enterobius vermicularis atau cacing kremi yang sering ditemukan pada anak. Infeksi ini berkaitan dengan kebersihan diri dan lingkungan serta perilaku anak yang belum sepenuhnya mampu menjaga higiene perorangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran infeksi Enterobius vermicularis pada anak balita dengan metode anal swab di Komplek BTN Kelurahan Besar, Kecamatan Medan Labuhan. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan populasi penelitian berjumlah 30 anak balita dan seluruh populasi dijadikan sampel dengan teknik total sampling. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode anal swab, kemudian diperiksa secara mikroskopis.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 30 responden yang diperiksa, ditemukan 3 responden (10%) positif telur Enterobius vermicularis, sedangkan 27 responden (90%) negatif. Kasus positif ditemukan pada usia 4 tahun sebanyak 2 anak (6,7%) dan usia 5 tahun sebanyak 1 anak (3,3%), sedangkan pada usia 1, 2, dan 3 tahun tidak ditemukan kasus positif. Berdasarkan jenis kelamin, infeksi lebih banyak ditemukan pada anak laki-laki, yaitu 2 anak (6,7%), dibandingkan perempuan sebanyak 1 anak (3,3%). Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa telur Enterobius vermicularis masih ditemukan pada anak balita dengan prevalensi 10%. Kejadian infeksi diduga berkaitan dengan faktor kebersihan diri yang kurang baik, kebiasaan mencuci tangan yang belum optimal, kebiasaan menggigit kuku, aktivitas bermain di lingkungan, serta kurangnya pengawasan orang tua terhadap kebersihan anak.
Kata kunci: Anal Swab,Balita, Enterobius vermicularis

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine
Divisions: Jurusan/Prodi TLM Kemenkes Poltekkes Medan > KTI Mahasiswa Jurusan D3 Teknologi Laboratorium Medis
Depositing User: Hermawani Syafriani Matondang
Date Deposited: 22 Sep 2026 07:48
Last Modified: 22 Sep 2026 07:48
URI: https://repository.poltekkes-medan.ac.id/id/eprint/7950

Actions (login required)

View Item
View Item