TARIGAN, BUNDA DESIRIA BR (2026) EFEKTIVITAS METODE FITOREMEDIASI DENGAN TUMBUHAN MELATI AIR (ECHINODORUS PALAEFOLIUSI) DAN GENJER (LIMNOCHARIS FLAVA) DALAM MENURUNKAN KADAR BOD SESUAI BAKU MUTU LIMBAH CAIR DOMESTIK GREY WATER DI KAMPUNG LISTRIK BAWAH BERASTAGI TAHUN 2026. Diploma thesis, KEMENKES POLTEKKES MEDAN.
1. BUNDA Desiria Br Tarigan.pdf - Published Version
Download (1MB)
BAB I PENDAHULUAN Bunda Tarigan.pdf - Published Version
Download (258kB)
BAB II TINJAUAN PUSTAKA Bunda Tarigan.pdf - Published Version
Download (576kB)
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Bunda Tarigan.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (342kB)
BAB IV PEMBAHASAN Bunda Tarigan.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Bunda tarigan.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (234kB)
DAFTAR PUSTAKA DAN LAMPIRAN Bunda Tarigan.pdf - Published Version
Download (4MB)
Abstract
Limbah cair domestik (greywater) yang dihasilkan dari aktivitas rumah tangga di Kampung Listrik Bawah, Berastagi, memiliki kadar awal Biological Oxygen Demand (BOD) sebesar 120 mg/L, yang secara signifikan melebihi baku mutu lingkungan yang ditetapkan sebesar 12 mg/L. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis perbandingan efektivitas metode fitoremediasi menggunakan tanaman Melati Air (Echinodorus palaefolius) dan Yellow Sawthorn (Limnocharis flava) dalam menurunkan kadar BOD pada limbah cair domestik. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain quasi-experimental menggunakan rancangan Pretest-Posttest Group Design. Percobaan dilakukan menggunakan sistem batch dengan waktu kontak selama 9 hari. Perlakuan terdiri atas variasi jumlah batang tanaman, yaitu 4, 12, dan 16 batang untuk masing-masing jenis tanaman, dengan tiga kali pengulangan menggunakan 10 liter limbah cair domestik. Analisis statistik dilakukan menggunakan Independent Sample T-Test dan One-Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua jenis tanaman secara signifikan mampu menurunkan kadar BOD (p = 0,000). Tanaman Yellow Saw-thorn terbukti lebih efektif dibandingkan tanaman Melati Air, dengan rata-rata efisiensi penurunan BOD sebesar 32,03%, sedangkan Melati Air sebesar 24,53%. Efektivitas op-timal diperoleh dengan menggunakan 16 batang Yellow Sawthorn, yang menghasilkan penurunan sebesar 38,1%, sehingga kadar BOD turun menjadi 74,3 mg/L. Meskipun ter-jadi penurunan yang cukup besar, hasil akhir belum memenuhi baku mutu yang diper-syaratkan sebesar 12 mg/L. Hal ini disebabkan oleh tingginya konsentrasi pencemar awal dan tidak adanya sistem aerasi. Kesimpulannya, terdapat perbedaan efektivitas yang signifikan berdasarkan jumlah batang dan jenis tanaman yang digunakan. Yellow Sawthorn lebih efektif sebagai agen fitoremediasi dibandingkan dengan Melati Air.
Kata kunci : Fitoremediasi, Melati Air, Yellow Sawthorn, BOD, Limbah Cair Domestik
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions: | Jurusan/Prodi Sanitasi(Kesehatan Lingkungan) Kemenkes Poltekkes Medan > Skripsi Mahasiswa Prodi D4 Sanitasi/Kesehatan Lingkungan |
| Depositing User: | Mahdalena Mahdalena Br Tarigan |
| Date Deposited: | 24 Sep 2026 09:23 |
| Last Modified: | 24 Sep 2026 09:23 |
| URI: | https://repository.poltekkes-medan.ac.id/id/eprint/8000 |
