Br Tarigan, Audy (2026) HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DAN PENGETAHUAN IBU TENTANG KELUARGA SADAR GIZI (KADARZI) DENGAN STATUS GIZI ANAK BADUTA USIA 6-24 BULAN DI DESA SEKIP KECAMATAN LUBUK PAKAM. Diploma thesis, POLTEKKES KEMENKES MEDAN.
COVER.pdf - Published Version
Download (1MB)
BAB I.pdf - Published Version
Download (293kB)
BAB II.pdf - Published Version
Download (463kB)
BAB III.pdf - Published Version
Download (367kB)
BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (380kB)
BAB V.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (229kB)
Daftar Pustaka dan seluruh Lampiran.pdf - Published Version
Download (6MB)
Abstract
Status gizi anak baduta merupakan salah satu aspek penting dalam pertumbuhan dan perkembangan pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Pemberian ASI eksklusif dan pengetahuan ibu tentang Keluarga Sadar Gizi (KADARZI) merupakan faktor yang dapat mendukung pemenuhan kebutuhan gizi anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemberian ASI eksklusif dan pengetahuan ibu tentang KADARZI dengan status gizi anak baduta usia 6-24 bulan di Desa Sekip Kecamatan Lubuk Pakam.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 66 ibu yang memiliki anak baduta usia 6-24 bulan, yang dipilih dari 11 posyandu dengan teknik simple random sampling. Data pemberian ASI eksklusif dan pengetahuan ibu tentang KADARZI dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner, sedangkan status gizi ditentukan berdasarkan indikator berat badan menurut umur (BB/U). Analisis hubungan dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar anak tidak mendapatkan ASI eksklusif yaitu sebesar 97,0%, sedangkan yang mendapatkan ASI eksklusif sebesar 3,0%. Sebanyak 54,5% ibu memiliki pengetahuan baik tentang KADARZI dan 45,5% memiliki pengetahuan kurang. Status gizi anak berdasarkan BB/U menunjukkan 72,7% memiliki status gizi normal dan 27,3% mengalami underweight. Hasil uji menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara pemberian ASI eksklusif dengan status gizi anak baduta (p = 1,000) dan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu tentang KADARZI dengan status gizi anak baduta (p = 0,705).
Disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara pemberian ASI eksklusif maupun pengetahuan ibu tentang KADARZI dengan status gizi anak baduta usia 6-24 bulan di Desa Sekip Kecamatan Lubuk Pakam.
Kata kunci: ASI eksklusif, KADARZI, pengetahuan ibu, status gizi, baduta
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions: | Jurusan/Prodi Gizi Kemenkes Poltekkes Medan > Skripsi Mahasiswa Jurusan D4 Gizi |
| Depositing User: | Herly Nainggolan Nainggolan |
| Date Deposited: | 25 Sep 2026 09:01 |
| Last Modified: | 25 Sep 2026 09:01 |
| URI: | https://repository.poltekkes-medan.ac.id/id/eprint/8035 |
