SITEPU, JAPANDRI ELIEZER (2026) HUBUNGAN ASUPAN ZINC DENGAN KEJADIAN DISMENORE PADA MAHASISWI PRODI SARJANA TERAPAN JURUSAN KEBIDANAN DI POLTEKKES KEMENKES MEDAN. Diploma thesis, POLTEKKES KEMENKES MEDAN.
cover- daftar lampiran.pdf - Published Version
Download (797kB)
BAB I JAPAN.pdf - Published Version
Download (197kB)
BAB II JAPAN.pdf - Published Version
Download (275kB)
BAB III JAPAN.pdf - Published Version
Download (255kB)
BAB IV JAPAN.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (442kB)
BAB V JAPAN.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (153kB)
DAPUS-LAMPIRAN JAPAN TTD.pdf - Published Version
Download (2MB)
Abstract
Dismenore merupakan gangguan menstruasi yang sering dialami oleh remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, proses belajar, serta kualitas hidup. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan kejadian dismenore adalah rendahnya asupan zinc. Zinc merupakan mineral esensial yang berperan sebagai antiinflamasi dan antioksidan melalui penghambatan sintesis prostaglandin sehingga dapat membantu mengurangi kontraksi uterus dan menurunkan intensitas nyeri menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan zinc dengan kejadian dismenore pada mahasiswi Prodi Sarjana Terapan Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Medan. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 40 mahasiswi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data asupan zinc diperoleh menggunakan metode Food Recall 24 jam selama tiga hari tidak berturut-turut dan dianalisis menggunakan program NutriSurvey, sedangkan data kejadian dismenore diperoleh melalui kuesioner gejala dismenore. Analisis data menggunakan uji Chi-Square pada tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 22 responden (55%) memiliki asupan zinc kategori kurang dan 18 responden (45%) kategori baik. Berdasarkan kejadian dismenore, 17 responden (42,5%) mengalami dismenore ringan, 21 responden (52,5%) mengalami dismenore sedang, dan 2 responden (5%) mengalami dismenore berat. Responden dengan asupan zinc kategori kurang lebih banyak mengalami dismenore sedang hingga berat dibandingkan responden dengan asupan zinc kategori baik.Temuan ini menegaskan bahwa kecukupan zinc berperan dalam mengurangi intensitas keluhan menstruasi. Konsumsi sumber zinc yang mudah di dapat dan harga ekonomis dapat diperoleh dari ikan, sayur, kacang – kacangan, sayuran hijau, sebagai Upaya preventif non – farmakologis yang sifatnya efektif. Hasil uji Chi-Square menunjukkan p = 0,001 (p < 0,05), sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara asupan zinc dengan kejadian dismenore pada mahasiswi Prodi Sarjana Terapan Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Medan.
Disimpulkan bahwa semakin baik asupan zinc, semakin rendah tingkat keparahan dismenore. Oleh karena itu, peningkatan konsumsi pangan sumber zinc perlu dianjurkan sebagai salah satu upaya nonfarmakologis dalam membantu mengurangi kejadian dismenore dan meningkatkan kesehatan reproduksi remaja putri.
Kata kunci: zinc, dismenore, mahasiswi, food recall
ABSTRACT
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions: | Jurusan/Prodi Gizi Kemenkes Poltekkes Medan > KTI Mahasiswa Jurusan D3 Gizi |
| Depositing User: | Herly Nainggolan Nainggolan |
| Date Deposited: | 29 Sep 2026 03:02 |
| Last Modified: | 29 Sep 2026 03:02 |
| URI: | https://repository.poltekkes-medan.ac.id/id/eprint/8121 |
