Riska, Agustin (2023) ANALISA KADAR KAFEIN PADA TEH BUBUK TRADISIONAL BERDASARKAN WAKTU PENYEDUHAN MENGGUNAKAN TITRASI IODOMETRI. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Medan.
COVER & ABSTRAK.pdf - Published Version
Download (337kB)
BAB I.pdf - Published Version
Download (75kB)
BAB II.pdf - Published Version
Download (163kB)
BAB III.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (111kB)
BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (86kB)
BAB V.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (64kB)
DAFDTAR PUSTAKA & LAMPIRAN.pdf - Published Version
Download (1MB)
Abstract
Teh merupakan salah satu minuman yang mengandung kafein. Kafein
merupakan jenis alkaloid yang banyak terdapat pada teh, biji kopi dan coklat.
Mengkonsumsi kafein dalam jumlah yang tepat maka kafein memiliki efek
farmakologis yang bermanfaat secara klinis, seperti menstimulasi susunan syaraf
pusat, relaksasi otot polos terutama otot polos bronkus dan stimulasi otot jantung.
Efek berlebihan mengkonsumsi kafein dapat memicu peningkatan detak jantug,
gugup, gelisah bahkan insomnia. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui
kadar kafein yang terkandung pada teh bubuk tradisional yang beredar di Pasar
Sukaramai, Medan memenuhi persyaratan sesuai SNI 01-7152-2006. Metode ini
dilakukan secara posttest only control design grup yaitu uji kualitatif (metode
parry) dan uji kuantitatif dengan titrasi iodometri. Populasi yang digunakan pada
penelitian ini adalah teh bubuk tradisional yang dijual di Pasar Sukarami, Medan.
Sampel yang dianalisis adalah sampel jenuh yaitu empat bubuk teh sidamanik
tradisional tanpa merek yang ada di Pasar Sukaramai, medan. Hasil penelitian
menunjukan bahwa seluruh sampel teh bubuk yang beredar di Pasar Sukaramai,
Medan mengandung kafein. Dengan kadar tertinggi didapatkan pada sampel D
dengan waktu penyeduhan 5 menit = 0,0020 mg, 10 menit = 0,0021 mg, 15 menit
= 0,0026 mg dan kadar terendah pada sampel B dengan waktuu penyeduhan 5
menit = 0,0013 mg, 10 menit = 0,0016 mg, 15 menit = 0,0021 mg. Jumlah
maksimum kafein yang dapat dikonsumsi yaitu 150 mg/hari atau 50 mg/sajian.
Kata kunci : kafein, teh, titrasi iodometri
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine |
| Divisions: | Jurusan/Prodi TLM Kemenkes Poltekkes Medan > KTI Mahasiswa Jurusan D3 Teknologi Laboratorium Medis |
| Depositing User: | Hermawani Syafriani Matondang |
| Date Deposited: | 25 Feb 2026 07:16 |
| Last Modified: | 25 Feb 2026 07:16 |
| URI: | https://repository.poltekkes-medan.ac.id/id/eprint/5398 |
