HUBUNGAN ASUPAN MAKAN DENGAN KEJADIAN GIZI LEBIH PADA REMAJA DI KABUPATEN DELI SERDANG

GIRSANG, ADISTA HANISA (2025) HUBUNGAN ASUPAN MAKAN DENGAN KEJADIAN GIZI LEBIH PADA REMAJA DI KABUPATEN DELI SERDANG. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Medan.

[thumbnail of COVER] Text (COVER)
COVER dan LAMPIRAN .pdf - Published Version

Download (711kB)
[thumbnail of BAB I] Text (BAB I)
BAB I .pdf - Published Version

Download (22kB)
[thumbnail of BAB II] Text (BAB II)
Bab II.pdf - Published Version

Download (356kB)
[thumbnail of BAB III] Text (BAB III)
BAB III .pdf - Published Version

Download (318kB)
[thumbnail of BAB IV] Text (BAB IV)
BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (281kB)
[thumbnail of BAB V] Other (BAB V)
BAB V. Pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (164kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA] Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA & LAMPIRAN.pdf - Published Version

Download (3MB)

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia yang rentan mengalami masalah gizi,
baik gizi kurang maupun gizi lebih. Gizi lebih pada remaja dapat
menimbulkan dampak jangka panjang seperti obesitas, diabetes melitus,
hipertensi, hingga penyakit kardiovaskuler. Salah satu faktor utama yang
mempengaruhi gizi lebih adalah asupan energi yang tidak seimbang
dengan kebutuhan tubuh. Data Riskesdas menunjukkan tren peningkatan
prevalensi gizi lebih pada remaja di Indonesia, termasuk di Kabupaten Deli
Serdang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara
asupan makan dengan kejadian gizi lebih pada remaja di Kabupaten Deli
Serdang tahun 2025. Desain penelitian menggunakan metode kuantitatif
analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah
siswa SMA Swasta Nusantara dan SMA Methodist Lubuk Pakam dengan
total sampel 88 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random
sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan
metode food recall 24 jam selama 3 hari berturut-turut serta pengukuran
antropometri (berat badan dan tinggi badan) untuk menentukan status gizi
berdasarkan Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U). Data dianalisis
menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki status
gizi lebih yaitu 49 siswa (55,7%), sedangkan 39 siswa (44,3%) tidak
mengalami gizi lebih. Berdasarkan kategori asupan makan, mayoritas
responden berada pada kategori lebih yaitu 42 siswa (47,7%) dan defisit
tingkat berat sebanyak 35 siswa (39,8%). Hasil uji statistik menunjukkan
adanya hubungan yang signifikan antara asupan makan dengan kejadian
gizi lebih (p=0,00). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan
bermakna antara asupan makan dengan kejadian gizi lebih pada remaja di
Kabupaten Deli Serdang. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi gizi
seimbang baik di sekolah maupun keluarga guna mencegah peningkatan
risiko gizi lebih pada remaja sejak dini

Kata Kunci: Asupan Makan, Gizi Lebih, Remaja

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Jurusan/Prodi Gizi Kemenkes Poltekkes Medan > KTI Mahasiswa Jurusan D3 Gizi
Depositing User: Herly Nainggolan Nainggolan
Date Deposited: 17 Jul 2026 06:41
Last Modified: 17 Jul 2026 06:41
URI: https://repository.poltekkes-medan.ac.id/id/eprint/6306

Actions (login required)

View Item
View Item