HUBUNGAN ASUPAN PROTEIN DENGAN KADAR ALBUMIN PADA PENDERITA TUBERCULOSIS PARU (TB-Paru) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LUBUK PAKAM

SIREGAR, HELMA (2025) HUBUNGAN ASUPAN PROTEIN DENGAN KADAR ALBUMIN PADA PENDERITA TUBERCULOSIS PARU (TB-Paru) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LUBUK PAKAM. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Medan.

[thumbnail of COVER] Text (COVER)
COVER HELMA.pdf - Published Version

Download (488kB)
[thumbnail of BAB I] Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version

Download (120kB)
[thumbnail of BAB II] Text (BAB II)
BAB II.pdf - Published Version

Download (354kB)
[thumbnail of BAB III] Text (BAB III)
BAB III.pdf - Published Version

Download (316kB)
[thumbnail of BAB IV] Text (BAB IV)
BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (367kB)
[thumbnail of BAB V] Text (BAB V)
BAB V.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (7kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA] Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA DAN LAMPIRAN.pdf - Published Version

Download (2MB)

Abstract

Tuberkulosis paru (TB-Paru) masih menjadi permasalahan kesehatan
masyarakat yang signifikan di Indonesia, termasuk di wilayah kerja Puskesmas
Lubuk Pakam. Asupan protein yang cukup berperan penting dalam
pembentukan albumin, yang merupakan indikator status gizi dan berpengaruh
terhadap proses penyembuhan. Kekurangan asupan protein dapat menurunkan
kadar albumin, memperburuk status gizi, dan memperlambat pemulihan
penderita TB-Paru.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan
protein dengan kadar albumin pada penderita TB-Paru. Penelitian dilakukan
secara observasional dengan desain cross sectional terhadap 38 responden
yang dipilih secara purposive sampling. Data asupan protein dikumpulkan
menggunakan metode food recall 24 jam selama 3 hari tidak berturut-turut dan
dianalisis dengan program Nutrisurvey. Kadar albumin diperiksa menggunakan
metode Brom Cresol Green (BCG) dan dianalisis dengan uji korelasi Pearson.
Hasil penelitian menunjukkan rata-rata asupan protein sebesar 54,7 g,
dengan 50% responden berada dalam kategori baik. Sementara kadar albumin
rata-rata adalah 3,8 g/dL, dengan 76,3% responden berada pada kategori
normal. Terdapat hubungan yang signifikan antara asupan protein dengan
kadar albumin (p = 0,001; r = 0,698). Dapat disimpulkan bahwa peningkatan
asupan protein dapat membantu menjaga kadar albumin yang optimal, yang
sangat penting dalam mendukung pemulihan penderita TB-Paru.

Kata kunci: Asupan protein, kadar albumin, penderita TB-Paru

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Jurusan/Prodi Gizi Kemenkes Poltekkes Medan > KTI Mahasiswa Jurusan D3 Gizi
Depositing User: Herly Nainggolan Nainggolan
Date Deposited: 24 Jul 2026 04:32
Last Modified: 24 Jul 2026 04:32
URI: https://repository.poltekkes-medan.ac.id/id/eprint/6382

Actions (login required)

View Item
View Item