BR SINAGA, DELLA CITRA (2026) ANALISIS FAKTOR-FAKTOR RESIKO PENYAKIT KATARAK PADA IBU DI RS MATA SMEC MEDAN. Diploma thesis, POLTEKKES KEMENKES MEDAN.
cover - daftar lampiran della.pdf - Published Version
Download (825kB)
Bab 1.pdf - Published Version
Download (94kB)
Bab 2 .pdf - Published Version
Download (211kB)
Bab 3.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (156kB)
Bab 4.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (61kB)
Bab 5.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (10kB)
Lampiran .pdf - Published Version
Download (1MB)
Abstract
Katarak merupakan penyebab utama gangguan penglihatan dan kebutaan di Indonesia dan di dunia. Dari semua kebutaan di masyarakat, lebih dari 50% disebabkan oleh katarak.Diperkirakan setiap tahun kasus baru buta katarak akan selalu bertambah sebesar 0,1% dari jumlah penduduk atau kira kira 250.000 orang/tahun. Padahal, katarak merupakan salah satu jenis kebutaan yang dapat dihindarkan (avoidable blindness) dan dapaat disembuhkan melalaui operasi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja yang menjadi faktor resiko penyakit katarak pada Ibu di RS Mata SMEC Medan. Data yang diperoleh dari RS Mata SMEC Medan menunjukkan bahwa selama (2020-2025) terdapat lebih
dari 20.000 kasus pasien ibu yang telah didiagnosis menderita katarak.
Penelitian ini menggunakan Metode observasional analitik dengan desain cross-sectional, melibatkan 165 responden dan data diambil dengan menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui data rekam
medis,kemudian dianalisis dengan menggunakan uji chi-square.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia (p=0,516), riwayat keturunan (p=0,732), dan kebiasaan merokok (p=0,732) tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian katarak pada ibu di RS Mata SMEC Medan.
Sementara itu, diabetes melitus (p=0,001) dan hipertensi (p=0,001) memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian katarak. Faktor yang paling dominan
berhubungan dengan kejadian katarak adalah diabetes melitus, diikuti oleh hipertensi.
Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa diabetes melitus dan hipertensi merupakan faktor risiko yang berhubungan signifikan dengan kejadian katarak pada ibu di RS Mata SMEC Medan, sedangkan usia, riwayat keturunan,
dan kebiasaan merokok tidak menunjukkan hubungan yang signifikan.
Kata kunci : Katarak, Faktor Risiko, Diabetes Melitus, Hipertensi, RS Mata SMEC
Medan.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions: | Jurusan/Prodi Farmasi Kemenkes Poltekkes Medan > KTI Mahasiswa Jurusan D3 Farmasi |
| Depositing User: | Basariah Basariah Basariah |
| Date Deposited: | 05 Aug 2026 02:10 |
| Last Modified: | 05 Aug 2026 02:10 |
| URI: | https://repository.poltekkes-medan.ac.id/id/eprint/6631 |
