SITUMORANG, YEMIMA GRACIA (2026) HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN TINDAKAN SWAMEDIKASI PADA KELUHAN SAKIT MAAG DI KELURAHAN AEK KANOPAN. Diploma thesis, POLTEKKES KEMENKES MEDAN.
FILE 1 (2).pdf - Published Version
Download (641kB)
FILE 2 (2).pdf - Published Version
Download (242kB)
FILE 3 (2).pdf - Published Version
Download (472kB)
FILE 4 (2).pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (323kB)
FILE 5 (2).pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (416kB)
FILE 6 (2).pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (219kB)
FILE 7 (2).pdf - Published Version
Download (2MB)
Abstract
Swamedikasi merupakan tindakan yang dilakukan oleh individu untuk mengatasi penyakit ringan secara mandiri dengan menggunakan obat-obatan yang diperoleh tanpa resep dokter. Keluhan sakit maag merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dialami oleh masyarakat dan termasuk dalam kelompok gangguan saluran cerna bagian atas. Secara klinis, keluhan ini dikenal sebagai gejala yang meliputi nyeri atau rasa tidak nyaman di daerah epigastrium, rasa penuh setelah makan (postprandial fullness), cepat kenyang (early satiety), kembung, dan mual ringan. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Labuhanbatu Utara Tahun 2021 gastritis berada di urutan ke-5 dari 10 penyakit terbanyak di RSU dengan jumlah kasus sebanyak 5.347 orang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat hubungan pengetahuan, sikap dan tindakan swamedikasi pada keluhan sakit maag di Kelurahan Aek Kanopan.
Jenis penelitian ini menggunakan metode observasi analitik dengan desain cross sectional. Sampel diambil secara consecutive sampling dengan jumlah 100 responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Chi-Square.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat berada pada kategori baik (76,2%), tingkat sikap ada pada kategori baik (79,6%), dan tindakan ada pada kategori baik (83,6%%), Hasil analisis bivariat menunjukkan hubungan pengetahuan terhadap tindakan swamedikasi maag diperoleh nilai p-value = 0,004 (p < 0,05) dan hubungan sikap terhadap tindakan swamedikasi diare diperoleh nilai p-value 0,001.
Kesimpulan penelitian ini menunjukkan adanya terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan tindakan swamedikasi pada keluhan sakit maag.
Kata kunci : Maag, Swamedikasi, Pengetahuan, Sikap, Tindakan
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions: | Jurusan/Prodi Farmasi Kemenkes Poltekkes Medan > KTI Mahasiswa Jurusan D3 Farmasi |
| Depositing User: | Basariah Basariah Basariah |
| Date Deposited: | 05 Aug 2026 03:00 |
| Last Modified: | 05 Aug 2026 03:00 |
| URI: | https://repository.poltekkes-medan.ac.id/id/eprint/6632 |
