UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK BUAH BIT (Beta vulgaris L.) SEBAGAI PEWARNA ALTERNATIF EOSIN 2% PADA PEMERIKSAAN TELUR CACING STH (Soil Transmitted Helminth)

Damanik, Nazwa Rauda (2026) UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK BUAH BIT (Beta vulgaris L.) SEBAGAI PEWARNA ALTERNATIF EOSIN 2% PADA PEMERIKSAAN TELUR CACING STH (Soil Transmitted Helminth). Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Medan.

[thumbnail of COVER & ABSTRAK]
Preview
Text (COVER & ABSTRAK)
1. COVER & ABSTRAK.pdf - Published Version

Download (569kB) | Preview
[thumbnail of BAB I]
Preview
Text (BAB I)
2. BAB I.pdf - Published Version

Download (38kB) | Preview
[thumbnail of BAB II]
Preview
Text (BAB II)
3. BAB II.pdf - Published Version

Download (252kB) | Preview
[thumbnail of BAB III] Text (BAB III)
4. BAB III.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (110kB)
[thumbnail of BAB IV] Text (BAB IV)
5. BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (155kB)
[thumbnail of BAB V] Text (BAB V)
6. BAB V.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (29kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA & LAMPIRAN]
Preview
Text (DAFTAR PUSTAKA & LAMPIRAN)
7. DAFTAR PUSTAKA & LAMPIRAN.pdf - Published Version

Download (856kB) | Preview

Abstract

Buah bit (Beta vulgaris L.) merupakan tanaman umbi yang kaya akan pigmen alami
betalain, terutama betasianin, yang memberikan warna merah keunguan dan
berpotensi dimanfaatkan sebagai pewarna alami. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui efektivitas dari ekstrak buah bit sebagai alternatif zat pewarna eosin 2%
dalam pemeriksaan telur cacing Soil Transmitted Helminth (STH). Eosin yang
digunakan sebagai pewarna buatan diketahui berpotensi menimbulkan dampak
yang kurang baik pada lingkungan dan kesehatan, sehingga diperlukan pewarna
alternatif yang lebih man dan ramah lingkungan. Penelitian ini menggunakan
metode true experimental dengan desain posttest only control group design. Ekstrak
buah bit dibuat dalam variasi perbandingan, yaitu 1:2, 1:3, 2:1, dan 4:1, kemudian
dibandingkan dengan eosin 2% sebagai kelompok kontrol. Pemeriksaan dilakukan
secara mikroskopis menggunakan metode natif dengan tiga kali pengulangan.
Parameter yang dinilai meliputi tingkat kontras, kemampuan penyerapan warna,
serta kejelasan morfologi telur cacing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
perbandingan 4:1 memberikan kualitas pewarnaan terbaik dengan kontras baik dan
struktur telur terlihat jelas, mendekati eosin 2%. Namun, stabilitas warna menurun
setelah penyimpanan selama 4 hari pada suhu ruang. Disimpulkan bahwa ekstrak
buah bit berpotensi sebagai pewarna alternatif eosin 2% dengan perbandingan
optimal 4:1, meskipun diperlukan peningkatan stabilitas penyimpanan.
Kata Kunci: Buah bit, Pewarna alami, STH (Soil Transmitted Helminth)

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine
Divisions: Jurusan/Prodi TLM Kemenkes Poltekkes Medan > KTI Mahasiswa Jurusan D3 Teknologi Laboratorium Medis
Depositing User: Hermawani Syafriani Matondang
Date Deposited: 14 Aug 2026 05:19
Last Modified: 14 Aug 2026 05:19
URI: https://repository.poltekkes-medan.ac.id/id/eprint/6926

Actions (login required)

View Item
View Item