PURBA, JESSIKA PIO DAMAI YANTI (2026) TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS HELVETIA. Diploma thesis, POLTEKKES KEMENKES MEDAN.
File 1 Jessika.pdf - Published Version
Download (716kB) | Preview
File 2 Jessika.pdf - Published Version
Download (134kB) | Preview
File 3 Jessika (2).pdf - Published Version
Download (359kB) | Preview
File 4 Jessika.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (211kB)
File 5 Jessika.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (244kB)
File 6 Jessikapdf.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (136kB)
File 7 Jessika purba.pdf - Published Version
Download (1MB) | Preview
Abstract
Hipertensi merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengobatan jangka panjang sehingga kepatuhan minum obat menjadi faktor penting dalam pengendalian tekanan darah. Ketidakpatuhan penggunaan obat antihipertensi masih
sering ditemukan dan dapat menurunkan keberhasilan terapi serta meningkatkan risiko komplikasi kardiovaskular. Di Puskesmas Helvetia Kecamatan Helvetia, hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis yang secara rutin ditangani melalui pelayanan kesehatan primer sehingga pemantauan kepatuhan minum obat menjadi bagian penting dalam upaya pengendalian penyakit. Namun, informasi mengenai tingkat kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di puskesmas tersebut masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di Puskesmas Helvetia.
Penelitian ini menggunakan desain survei deskriptif dengan pendekatan observasional non eksperimental. Sampel penelitian berjumlah 80 pasien hipertensi
yang memenuhi kriteria inklusi. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8) dan dianalisis secara univariat menggunakan distribusi frekuensi serta persentase.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 60 sampai 69 tahun sebanyak 26 responden (32,50%), berjenis kelamin perempuan sebanyak 48 responden (60,00%), berpendidikan terakhir SMA sebanyak 31 responden (38,75%), bekerja pada sektor informal sebanyak 37 responden
(46,25%), serta telah menderita hipertensi selama 1 sampai 5 tahun sebanyak 57 responden (71,25%). Berdasarkan hasil pengukuran menggunakan MMAS-8, tingkat kepatuhan minum obat didominasi oleh kategori kepatuhan rendah sebanyak 60 responden (75,00%), diikuti kategori kepatuhan sedang sebanyak 18 responden (22,50%), dan kategori kepatuhan tinggi sebanyak 2 responden (2,50%).
Penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar pasien hipertensi di Puskesmas Helvetia memiliki tingkat kepatuhan minum obat yang rendah. Temuan ini menunjukkan perlunya penguatan edukasi kesehatan, konseling kefarmasian, serta pemantauan terapi secara berkelanjutan untuk meningkatkan kepatuhan pasien dan mendukung keberhasilan pengendalian hipertensi di pelayanan kesehatan primer.
Kata kunci: Hipertensi, Kepatuhan Minum Obat, MMAS-8, Pelayanan Kefarmasian, Puskesmas
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions: | Jurusan/Prodi Farmasi Kemenkes Poltekkes Medan > KTI Mahasiswa Jurusan D3 Farmasi |
| Depositing User: | Basariah Basariah Basariah |
| Date Deposited: | 20 Aug 2026 07:37 |
| Last Modified: | 20 Aug 2026 07:37 |
| URI: | https://repository.poltekkes-medan.ac.id/id/eprint/7035 |
