HUBUNGAN HbA1c DENGAN KADAR TRIGLISERIDA PADA PENDERITA DIABETES MELITUS DI UPT PUSKESMAS MEDAN AREA SELATAN

Panjaitan, Wiranda (2026) HUBUNGAN HbA1c DENGAN KADAR TRIGLISERIDA PADA PENDERITA DIABETES MELITUS DI UPT PUSKESMAS MEDAN AREA SELATAN. Diploma thesis, Poltekes Kemenkes Medan.

[thumbnail of COVER & ABSTRAK]
Preview
Text (COVER & ABSTRAK)
1. COVER & ABSTRAK.pdf - Published Version

Download (929kB) | Preview
[thumbnail of BAB I]
Preview
Text (BAB I)
2. BAB I.pdf - Published Version

Download (267kB) | Preview
[thumbnail of BAB II]
Preview
Text (BAB II)
3. BAB II.pdf - Published Version

Download (395kB) | Preview
[thumbnail of BAB III] Text (BAB III)
4. BAB III.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (287kB)
[thumbnail of BAB IV] Text (BAB IV)
5. BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (284kB)
[thumbnail of BAB V] Text (BAB V)
6. BAB V.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (189kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA & LAMPIRAN]
Preview
Text (DAFTAR PUSTAKA & LAMPIRAN)
7. DAFTAR PUSTAKA & LAMPIRAN.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview

Abstract

Diabetes melitus adalah suatu kondisi metabolik kronis yang ditandai oleh peningkatan kadar gula darah akibat gangguan sekresi insulin, fungsi insulin, atau keduanya, yang dapat menyebabkan masalah pada metabolisme lemak, termasuk lonjakan kadar trigliserida. Hemoglobin terglikosilasi (HbA1c) adalah ukuran untuk kontrol gula darah dalam jangka panjang yang mencerminkan rata-rata kadar glukosa dalam darah selama 2-3 bulan terakhir. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kadar HbA1c dan kadar trigliserida pada pasien diabetes melitus di UPT Puskesmas Medan Area Selatan. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan dengan cross-sectional. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 20 responden yang dipilih melalui teknik total sampling. Pemeriksaan HbA1c dilakukan dengan menggunakan metode High Performance Liquid Chromatography (HPLC), sedangkan pengukuran kadar trigliserida dilakukan menggunakan metode spektrofotometri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki kadar HbA1c ≥6,5% dengan jumlah 17 orang (85,0%), sedangkan kadar trigliserida yang normal dan tinggi masing-masing ditemukan pada 10 responden (50,0%). Hasil dari uji korelasi Spearman Rank menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kadar HbA1c dan trigliserida (p<0,001; r=0,746), dengan arah hubungan positif dan kekuatan hubungan yang kuat. Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa semakin tinggi kadar HbA1c, maka kadar trigliserida cenderung semakin meningkat pada pasien diabetes melitus.
Kata kunci: Diabetes melitus, HbA1c, Trigliserida

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine
Divisions: Jurusan/Prodi TLM Kemenkes Poltekkes Medan > KTI Mahasiswa Jurusan D3 Teknologi Laboratorium Medis
Depositing User: Hermawani Syafriani Matondang
Date Deposited: 28 Aug 2026 03:31
Last Modified: 28 Aug 2026 03:31
URI: https://repository.poltekkes-medan.ac.id/id/eprint/7453

Actions (login required)

View Item
View Item