Indrianingsih, Selvi (2026) Penatalaksanaan Tindakan Scaling Terhadap Kasus Kalkulus Supragigngiva pada Siswa An. MK Usia 11 Tahun di SDN 060907 Kampung Baru Kecamatan Medan Maimun. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Medan.
COVER- LAMPIRAN.pdf - Published Version
Download (1MB) | Preview
BAB 1 LTA.pdf - Published Version
Download (506kB) | Preview
BAB 2 LTA.pdf - Published Version
Download (992kB) | Preview
BAB 3 LTA.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (529kB)
BAB 4 LTA.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (951kB)
BAB 5 LTA.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (484kB)
Daftar pustaka-hasil turnitin.pdf - Published Version
Download (3MB) | Preview
Abstract
Kesehatan gingiva salah satu bagian penting dari kesehatan gigi dan mulut yang sering terganggu akibat penumpukan plak dan karang gigi (calculus). Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan bahwa 56,9% masyarakat mengalami masalah gigi dan mulut, dengan 6,8% di antaranya memiliki gangguan gusi. Tingginya angka gingivitis di Indonesia terutama disebabkan oleh rendahnya pengetahuan dan perilaku menjaga kebersihan mulut, seperti jarang menyikat gigi setelah sarapan dan sebelum tidur. Kondisi ini menimbulkan peradangan gingiva yang ditandai dengan kemerahan, pembengkakan, dan perdarahan. Oleh karena itu, kasus Ny. RA (20 tahun) diangkat sebagai contoh nyata pentingnya penerapan upaya promotif dan preventif berbasis edukasi serta tindakan pembersihan karang gigi (scaling).
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, pemeriksaan klinis, serta kuesioner sebelum dan sesudah intervensi. Upaya promotif dilakukan dengan edukasi mengenai cara menyikat gigi yang benar, sedangkan upaya preventif dilakukan melalui tindakan scaling.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, pasien memiliki skor OHI-S 4,2 (kategori buruk) dan peradangan gingiva ringan. Setelah dilakukan intervensi skor OHI-S menjadi 0 pada kriteria baik, serta tingkat pengetahuan pasien sebelum edukasi yaitu 7 pada kriteria baik dan setelah dilakukan edukasi skor meningkat menjadi 10 pada kriteria baik.
Kesimpulan dalam laporan tugas akhir ini menyatakan bahwa upaya promotif dan preventif melalui edukasi serta pembersihan karang gigi terbukti dapat meningkatkan status kesehatan gingiva. Saran pasien dianjurkan lebih memperhatikan kesehatan gigi dan mulutnya dengan mengurangi mengonsumsi makanan yang manis, menyikat gigi dengan cara yang baik dan benar, serta rutin kontrol ke pelayanan kesehatan gigi minimal sekali dalam enam bulan.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RK Dentistry |
| Divisions: | Jurusan/Prodi Kesehatan Gigi Kemenkes Poltekkes Medan > KTI Mahasiswa Jurusan D3 Kesehatan Gigi |
| Depositing User: | Miss Pranindita Dwi Fadhilah |
| Date Deposited: | 07 Sep 2026 02:39 |
| Last Modified: | 07 Sep 2026 02:39 |
| URI: | https://repository.poltekkes-medan.ac.id/id/eprint/7551 |
