Pasyah, Octy Izzatifitdini (2026) Model Edukasi Kesehatan Gongiva pada Anak Dengan Kondisi Gigi Crowded An. F. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Medan.
bab 1.pdf - Published Version
Download (141kB) | Preview
cover sudah scan.pdf - Published Version
Download (731kB) | Preview
bab 2.pdf - Published Version
Download (183kB) | Preview
bab 3.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (183kB)
bab 4.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (235kB)
bab 5.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (123kB)
lampiran suda di scan.pdf - Published Version
Download (2MB) | Preview
Abstract
Data SKI tahun 2023 menyatakan prevalensi masalah kesehatan gingiva
pada remaja usia 12 tahun ditandai dengan gusi mudah berdarah sebesar 5,7% dan
gusi bengkak sebesar 5,2%. Di Provinsi Sumatera Utara, angka ini mencapai 6,9%.
Kondisi ini menunjukkan perlunya upaya promotif dan preventif, terutama pada
kasus gigi crowded yang meningkatkan risiko penumpukan plak.
Penelitian ini menggunakan metode studi kasus pada pasien anak An. F, usia
12 tahun dengan kondisi gigi crowded. Data dikumpulkan melalui wawancara,
kuesioner pretest dan posttest untuk menilai pengetahuan, sikap, dan tindakan, serta
pemeriksaan klinis menggunakan Modified Gingival Index dan OHI-S. Intervensi
meliputi edukasi kesehatan gingiva dengan metode Chair Side Talk (CST),
demonstrasi teknik menyikat gigi, serta tindakan scaling untuk membersihkan
kalkulus supragingiva.
Hasil laporan menunjukkan adanya peningkatan status kebersihan gigi dan
mulut yang ditandai dengan penurunan skor OHI-S dari 2,6 (kategori sedang)
menjadi 0,16 (kategori baik). Status kesehatan gingiva membaik dari gingivitis
ringan menjadi kondisi sehat tanpa perdarahan. Pengetahuan pasien meningkat dari
kategori 71,1% (kategori cukup) menjadi 100% (kategori baik). Aspek sikap
meningkat dari 67,8% menjadi 100%, sedangkan aspek tindakan meningkat dari
46,4% (kategori kurang) menjadi 71,1% (kategori baik).
Kesimpulan dari laporan kasus ini adalah menunjukkan bahwa model
edukasi kesehatan gingiva pada kondisi gigi crowded berhasil meningkatkan
pengetahuan, sikap, perilaku, serta status kesehatan gingiva pada pasien dengan
kondisi gigi crowded. Faktor yang memengaruhi kesehatan gingiva meliputi
penumpukan debris, kalkulus serta kondisi gigi crowded. Edukasi berkelanjutan
dan pemeriksaan gigi rutin setiap enam bulan sangat diperlukan untuk
mempertahankan kondisi gingiva yang sehat.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RK Dentistry |
| Divisions: | Jurusan/Prodi Kesehatan Gigi Kemenkes Poltekkes Medan > KTI Mahasiswa Jurusan D3 Kesehatan Gigi |
| Depositing User: | Miss Pranindita Dwi Fadhilah |
| Date Deposited: | 07 Sep 2026 02:39 |
| Last Modified: | 07 Sep 2026 02:39 |
| URI: | https://repository.poltekkes-medan.ac.id/id/eprint/7554 |
