FORMULASI SEDIAN GEL EKSTRAK LIDAH BUAYA (Aloe vera L) DAN MINYAK KELAPA SEBAGAI PELEMBAB KULIT

LIMBONG, DEBORA RIBKA (2026) FORMULASI SEDIAN GEL EKSTRAK LIDAH BUAYA (Aloe vera L) DAN MINYAK KELAPA SEBAGAI PELEMBAB KULIT. Diploma thesis, POLTEKKES KEMENKES MEDAN.

[thumbnail of FILE.1.COVER]
Preview
Text (FILE.1.COVER)
KTI-1.pdf - Published Version

Download (2MB) | Preview
[thumbnail of FILE.2.BAB.I]
Preview
Text (FILE.2.BAB.I)
KTI-2.pdf - Published Version

Download (2MB) | Preview
[thumbnail of FILE.3.BAB.II]
Preview
Text (FILE.3.BAB.II)
KTI-3.pdf - Published Version

Download (2MB) | Preview
[thumbnail of FILE.4.BAB.III] Text (FILE.4.BAB.III)
KTI-4.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (2MB)
[thumbnail of FILE.5.BAB.IV] Text (FILE.5.BAB.IV)
KTI-5.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (2MB)
[thumbnail of FILE.6.BAB.V] Text (FILE.6.BAB.V)
KTI-6.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (2MB)
[thumbnail of FILE.7.DAFTAR PUSTAKA]
Preview
Text (FILE.7.DAFTAR PUSTAKA)
KTI-7.pdf - Published Version

Download (2MB) | Preview

Abstract

Kulit kering merupakan salah satu masalah kulit yang sering terjadi akibat berkurangnya kadar air pada lapisan stratum korneum sehingga menyebabkan kulit tampak kusam, kasar, bersisik, dan mudah mengalami iritasi. Penggunaan pelembap merupakan salah satu cara untuk mempertahankan kelembapan kulit. Lidah buaya (Aloe vera L.) mengandung polisakarida, vitamin, mineral, dan antioksidan yang mampu meningkatkan hidrasi serta membantu regenerasi kulit, sedangkan minyak kelapa berperan sebagai emolien alami yang mampu mengurangi kehilangan air pada kulit dan menjaga kelembapannya. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak lidah buaya dan minyak kelapa dalam bentuk sediaan gel serta menentukan konsentrasi ekstrak lidah buaya yang menghasilkan mutu fisik sediaan terbaik. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan Posttest Only Control Group Design. Sediaan gel dibuat dalam empat formula, yaitu F0 (kontrol), F1 (ekstrak lidah buaya 5% dan minyak kelapa 1%), F2 (ekstrak lidah buaya 10% dan minyak kelapa 1%), dan F3 (ekstrak lidah buaya 15% dan minyak kelapa 1%). Ekstrak lidah buaya diperoleh melalui metode maserasi menggunakan
etanol 96%. Seluruh formula dievaluasi melalui uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, viskositas, stabilitas fisik, dan uji hedonik.
Hasil yang diharapkan dari penelitian ini adalah seluruh formula mampu membentuk sediaan gel yang homogen, stabil, memiliki pH sesuai pH kulit (4,5– 6,5), daya sebar dan daya lekat yang memenuhi persyaratan, serta memiliki tingkat
penerimaan yang baik oleh panelis. Peningkatan konsentrasi ekstrak lidah buaya diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pelembap tanpa menurunkan mutu fisik sediaan.
Kesimpulan yang diharapkan adalah ekstrak lidah buaya (Aloe vera L.) dan minyak kelapa dapat diformulasikan menjadi sediaan gel pelembap kulit yang memenuhi persyaratan mutu fisik, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai
produk pelembap berbahan alam yang aman dan efektif.
Kata kunci: Gel, Lidah Buaya, Minyak Kelapa, Pelembab Kulit.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: Jurusan/Prodi Farmasi Kemenkes Poltekkes Medan > KTI Mahasiswa Jurusan D3 Farmasi
Depositing User: Basariah Basariah Basariah
Date Deposited: 02 Sep 2026 07:56
Last Modified: 02 Sep 2026 07:56
URI: https://repository.poltekkes-medan.ac.id/id/eprint/7568

Actions (login required)

View Item
View Item