DAYA TERIMA BAKSO IKAN BULAN–BULAN (Megalops cyprinoides) DENGAN PENAMBAHAN DAUN KELOR (Moringa oleifera) SEBAGAI MAKANAN SELINGAN REMAJA PUTRI ANEMIA

APRILA, MAULIDA (2026) DAYA TERIMA BAKSO IKAN BULAN–BULAN (Megalops cyprinoides) DENGAN PENAMBAHAN DAUN KELOR (Moringa oleifera) SEBAGAI MAKANAN SELINGAN REMAJA PUTRI ANEMIA. Diploma thesis, POLTEKKES KEMENKES MEDAN.

[thumbnail of COVER]
Preview
Text (COVER)
COVER KTI.pdf - Published Version

Download (594kB) | Preview
[thumbnail of BAB 1]
Preview
Text (BAB 1)
BAB I KTI.pdf - Published Version

Download (230kB) | Preview
[thumbnail of BAB 2]
Preview
Text (BAB 2)
BAB II KTI.pdf - Published Version

Download (420kB) | Preview
[thumbnail of BAB 3]
Preview
Text (BAB 3)
BAB III KTI.pdf - Published Version

Download (271kB) | Preview
[thumbnail of BAB 4] Text (BAB 4)
BAB IV KTI.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (273kB)
[thumbnail of BAB 5] Text (BAB 5)
BAB V KTI.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (170kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA DAN LAMPIRAN]
Preview
Text (DAFTAR PUSTAKA DAN LAMPIRAN)
DAFTAR PUSTAKA DAN LAMPIRAN.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview

Abstract

Latar Belakang : Anemia merupakan salah satu masalah gizi yang masih banyak terjadi pada remaja putri akibat meningkatnya kebutuhan zat besi selama masa pertumbuhan dan menstruasi. Penanganan dapat dilakukan dengan pemberian makanan selingan tinggi protein dan zat besi seperti bakso ikan bulan-bulan (Megalops cyprinoides), dengan penambahan daun kelor (Moringa oleifera).
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya terima bakso ikan bulan-bulan dengan penambahan daun kelor sebagai makanan selingan bagi remaja putri anemia.

Metode : Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 3 perlakuan dan 2 kali pengulangan, yaitu perlakuan A (95 g ikan bulan-bulan dan 5 g daun kelor), perlakuan B (90 g ikan bulan-bulan dan 10 g daun kelor), serta perlakuan C (85 g ikan bulan-bulan dan 15 g daun kelor), dengan penambahan 15 g tepung tapioka pada setiap perlakuan. Penilaian daya terima dilakukan melalui uji organoleptik terhadap warna, aroma, tekstur, dan rasa dengan melibatkan 30 panelis.

Hasil : penelitian menunjukkan bahwa perlakuan B (90 g ikan bulan-bulan dan 10 g daun kelor) merupakan formulasi yang paling disukai panelis dengan nilai rata-rata warna (4,32), aroma (4,10), tekstur (4,33), dan rasa (4,17) dengan kategori sangat suka. Uji ANOVA menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada warna, aroma, tekstur, dan rasa (p<0,05), Formulasi ini menghasilkan warna hijau cerah, aroma khas ikan dan daun kelor yang seimbang, tekstur kenyal, serta rasa gurih yang disukai panelis.

Kesimpulan : Bakso ikan bulan-bulan dengan penambahan 10 g daun kelor (perlakuan B) merupakan formulasi yang paling diterima panelis. Produk ini berpotensi dikembangkan sebagai makanan selingan tinggi protein dan zat besi bagi remaja putri anemia. Penelitian selanjutnya disarankan melakukan analisis kandungan gizi produk.
Kata kunci: anemia, remaja putri, bakso ikan bulan-bulan, daun kelor, daya terima.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Jurusan/Prodi Gizi Kemenkes Poltekkes Medan > KTI Mahasiswa Jurusan D3 Gizi
Depositing User: Herly Nainggolan Nainggolan
Date Deposited: 03 Sep 2026 04:29
Last Modified: 03 Sep 2026 04:29
URI: https://repository.poltekkes-medan.ac.id/id/eprint/7589

Actions (login required)

View Item
View Item