Harahap, Raja Wahid (2026) Kejadian Calculus pada An. PYN (Umur 19 Tahun) DIsertai Kebiasaan Mengunyah Satu Sisi di Jln. Bungan Mayang Laucih. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Medan.
LAPORAN KASUS RAJA WAHID HARAHAP TERBARU-1-14.pdf - Published Version
Download (717kB) | Preview
LAPORAN KASUS RAJA WAHID HARAHAP TERBARU-15-19.pdf - Published Version
Download (328kB) | Preview
LAPORAN KASUS RAJA WAHID HARAHAP TERBARU-20-26.pdf - Published Version
Download (225kB) | Preview
LAPORAN KASUS RAJA WAHID HARAHAP TERBARU-27-31.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (342kB)
LAPORAN KASUS RAJA WAHID HARAHAP TERBARU-32-39.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (503kB)
LAPORAN KASUS RAJA WAHID HARAHAP TERBARU-40-41.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (204kB)
LAPORAN KASUS RAJA WAHID HARAHAP TERBARU-42-65.pdf - Published Version
Download (2MB) | Preview
TURNITIN RAJA WAHID.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (574kB)
Abstract
Calculus atau karang gigi merupakan plak yang mengalami mineralisasi dan dapat menyebabkan penyakit periodontal. Salah satu faktor yang memengaruhi distribusi karang gigi adalah kebiasaan mengunyah satu sisi, karena sisi yang jarang digunakan tidak memperoleh pembersihan alami dari makanan dan aliran saliva. Laporan kasus ini bertujuan mendeskripsikan kejadian calculus pada pasien An. PYN usia 19 tahun yang memiliki kebiasaan mengunyah satu sisi di Jalan Bunga Mayang Laucih.
Metode yang digunakan meliputi anamnesis, wawancara, pemeriksaan klinis intraoral, pencatatan asuhan kesehatan gigi dan mulut, serta tindakan scaling.
Hasil anamnesis menunjukkan pasien memiliki kebiasaan mengunyah hanya pada sisi kanan dalam jangka waktu yang lama dan mengeluhkan ketidaknyamanan pada sisi kiri rongga mulut. Pemeriksaan klinis menunjukkan akumulasi calculus supragingiva dan subgingiva yang lebih dominan pada rahang kiri atas dan bawah, yaitu sisi yang jarang digunakan untuk mengunyah. Sebelum dilakukan scaling, diperoleh skor debris indeks 2 (kategori sedang) dan skor calculus indeks 3,1 (kategori buruk), yang menunjukkan kebersihan rongga mulut kurang optimal. Setelah tindakan scaling, terjadi perbaikan dengan skor debris indeks 0,1 dan skor calculus indeks 0, sehingga nilai OHI-S menjadi 0,1 (kategori baik).
Kesimpulan laporan kasus ini menunjukkan bahwa pasien mempunyai kebiasaan mengunyah satu sisi, kurangnya pengetahuan mengenai teknik menyikat gigi yang benar, pola makan yang kurang baik, serta tidak pernah melakukan pemeriksaan gigi secara rutin berkontribusi terhadap penumpukan calculus. Perawatan yang diberikan berupa scaling dan konseling mengenai penyebab, dampak, serta pencegahan calculus. Pasien dianjurkan menjaga kebersihan gigi dan mulut, mengunyah menggunakan kedua sisi rahang, mengonsumsi makanan sehat, dan melakukan pemeriksaan gigi secara berkala setiap enam bulan.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RK Dentistry |
| Divisions: | Jurusan/Prodi Kesehatan Gigi Kemenkes Poltekkes Medan > KTI Mahasiswa Jurusan D3 Kesehatan Gigi |
| Depositing User: | Miss Pranindita Dwi Fadhilah |
| Date Deposited: | 07 Sep 2026 03:40 |
| Last Modified: | 07 Sep 2026 03:40 |
| URI: | https://repository.poltekkes-medan.ac.id/id/eprint/7677 |
