Annisa, Tri Aini Putri (2026) PENAMBAHAN FORMULASI TANAMAN LOKAL KOMBINASI EKSTRAK BUNGA KECOMBRANG (Etlingera elatior) DAN JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia) DALAM PEMBUATAN HANDSOAP TERHADAPDAYA HAMBAT BAKTERIStaphylococcus aureus. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Medan.
1. COVER & ABSTRAK.pdf - Published Version
Download (1MB) | Preview
2. BAB I.pdf - Published Version
Download (219kB) | Preview
3. BAB II.pdf - Published Version
Download (361kB) | Preview
4. BAB III.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (288kB)
5. BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (391kB)
6. BAB V.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (209kB)
7. DAFTAR PUSTAKA & LAMPIRAN.pdf - Published Version
Download (2MB) | Preview
Abstract
Bunga kecombrang (Etlingera elatior) dan jeruk nipis (Citrus aurantifolia)
merupakan tanaman lokal yang mengandung flavonoid, fenolik, saponin, tanin
dan minyak atsiri yang berpotensi sebagai antibakteri terhadap Staphylococcus
aureus, bakteri penyebab infeksi kulit terbanyak. Penelitian ini bertujuan
mengetahui pengaruh penambahan kombinasi ekstrak bunga kecombrang dan
jeruk nipis dalam pembuatan handsoap terhadap daya hambat bakteri
Staphylococcus aureus. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan desain praeksperimental. Ekstrak diperoleh melalui mesarasi dengan pelarut etanol 70%,
kemudian diformulasikan ke dalam handsoap cair dengan variasi konsentrasi
2,5%, 5% dan 7,5%. Pengujian meliputi uji organoleptik, iritasi, pH, dan
antibakteri dengan metode difusi cakram, dengan analisis data uji One Way
ANOVA dan uji lanjutan. Hasil penelitian menunjukkan handsoap memiliki
karakteristik fisik yang baik, pH berkisar 8 sampai 9 sesuai standar SNI 2588
:2017, dan tidak menimbulkan iritasi pada kulit. Diameter zona hambat meningkat
seiring kenaikan konsentrasi ekstrak, yaitu 1,93 mm pada kontrol negatif, 8,13
mm pada konsentrasi 2,5%, 13,46 mm pada konsentrasi 5%, dan 15,50 mm pada
konsentrasi 7,5%, dengan perbedaan signifikan secara statistik (p<0,05). Dapat
disimpulkan kombinasi ekstrak bunga kecombrang dan jeruk nipis efektif
menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus dan berpotensi dikembangkan
sebagai bahan aktif antibakteri alami dalam pembuatan handsoap.
Kata kunci: Bunga Kecombrang, Handsoap, Jeruk Nipis, Staphylococcus aureus
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine |
| Divisions: | Jurusan/Prodi TLM Kemenkes Poltekkes Medan > KTI Mahasiswa Jurusan D3 Teknologi Laboratorium Medis |
| Depositing User: | Hermawani Syafriani Matondang |
| Date Deposited: | 10 Sep 2026 03:13 |
| Last Modified: | 10 Sep 2026 03:13 |
| URI: | https://repository.poltekkes-medan.ac.id/id/eprint/7787 |
