HUBUNGAN ASUPAN PROTEIN, FE, DAN KALSIUM DENGAN KEJADIAN STUNTING BALITA DI DESA SUKAMANDI HULU KECAMATAN PAGAR MERBAU TAHUN 2025

SITOMPUL, RONIKA (2025) HUBUNGAN ASUPAN PROTEIN, FE, DAN KALSIUM DENGAN KEJADIAN STUNTING BALITA DI DESA SUKAMANDI HULU KECAMATAN PAGAR MERBAU TAHUN 2025. Diploma thesis, UNSPECIFIED.

[thumbnail of COVER] Text (COVER)
COVER.pdf - Published Version

Download (346kB)
[thumbnail of BAB 1] Text (BAB 1)
BAB I (1).pdf - Published Version

Download (163kB)
[thumbnail of BAB 2] Text (BAB 2)
BAB II.pdf - Published Version

Download (275kB)
[thumbnail of BAB 3] Text (BAB 3)
BAB III.pdf - Published Version

Download (154kB)
[thumbnail of BAB 4] Text (BAB 4)
BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (231kB)
[thumbnail of BAB 5] Text (BAB 5)
BAB V.pdf - Published Version

Download (100kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA] Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA DAN LAMPIRAN.pdf - Published Version

Download (893kB)
[thumbnail of TURNITIN] Text (TURNITIN)
HASIL TURNITIN RONIKA SITOMPUL.pdf - Published Version

Download (169kB)

Abstract

Stunting merupakan salah satu bentuk kekurangan gizi kronis yang terjadi akibat asupan zat gizi yang tidak adekuat dalam waktu lama. Balita menjadi kelompok yang sangat rentan terhadap stunting karena sedang berada dalam masa pertumbuhan dan perkembangan. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui hubungan antara asupan protein, zat besi (Fe), dan kalsium dengan kejadian stunting pada balita di Desa Sukamandi Hulu Kecamatan Pagar Merbau. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 78 balita yang dipilih menggunakan
total sampling. Data asupan diperoleh melalui metode food recall 24 jam selama 3 hari tidak berturut-turut dan dianalisis menggunakan program NutriSurvey. Status stunting ditentukan berdasarkan indeks TB/U menggunakan WHO Anthro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 42,31% balita memiliki asupan protein tidak baik, 53,85% memiliki asupan Fe tidak
baik, dan 52,56% memiliki asupan kalsium tidak baik. Sedangkan 24,36% balita mengalami stunting. Hasil uji Chi-square menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara asupan protein (p = 0,009), Fe (p= 0,017), dan kalsium (p = 0,021) dengan kejadian stunting pada balita. Disarankan kepada orang tua agar lebih memperhatikan pola makan anak, khususnya dalam mencukupi asupan protein, zat besi, dan kalsium untuk mencegah terjadinya stunting sejak dini.
Kata Kunci: Stunting, Asupan Protein, Zat Besi (Fe), Kalsium (Ca)

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Jurusan/Prodi Gizi Kemenkes Poltekkes Medan > KTI Mahasiswa Jurusan D3 Gizi
Depositing User: Herly Nainggolan Nainggolan
Date Deposited: 13 Jul 2026 03:26
Last Modified: 13 Jul 2026 03:26
URI: https://repository.poltekkes-medan.ac.id/id/eprint/6250

Actions (login required)

View Item
View Item