HUBUNGAN BERAT BADAN LAHIR DAN STATUS EKONOMI DENGAN KEJADIAN STUNTING DI DESA SUKAMANDI HULU KECAMATAN PAGAR MERBAU

ARITONANG, ANGGI LOVA (2026) HUBUNGAN BERAT BADAN LAHIR DAN STATUS EKONOMI DENGAN KEJADIAN STUNTING DI DESA SUKAMANDI HULU KECAMATAN PAGAR MERBAU. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Medan.

[thumbnail of COVER] Text (COVER)
COVER_ANGGI LOVA ARITONANG.pdf - Published Version

Download (586kB)
[thumbnail of BAB I] Text (BAB I)
BAB I_ANGGI LOVA ARITONANG_.pdf - Published Version

Download (201kB)
[thumbnail of BAB II] Text (BAB II)
BAB II_ANGGI LOVA ARITONANG_.pdf - Published Version

Download (417kB)
[thumbnail of BAB III] Text (BAB III)
BAB III_ANGGI LOVA ARITONANG_.pdf - Published Version

Download (442kB)
[thumbnail of BAB IV] Text (BAB IV)
BAB IV_ANGGI LOVA ARITONANG_.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (255kB)
[thumbnail of BAB V] Text (BAB V)
BAB V_ANGGI LOVA ARITONANG_.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (190kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA] Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA DAN LAMPIRAN_.pdf - Published Version

Download (1MB)

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berpengaruh terhadappertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta meningkatkan risiko kesakitan dan kematian pada anak. Berdasarkan survei pendahuluan diDesa Sukamandi Hulu pada Desember 2024, diketahui 50% balita memilikistatus gizi normal, 20% mengalami stunting, 20% sangat pendek, dan 10%
pendek. Faktor yang memengaruhi kejadian stunting antara lain berat badan lahir rendah (BBLR) dan status ekonomi keluarga yang rendah.
Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara berat badan lahir dan status ekonomi dengan kejadian stunting pada balita di Desa Sukamandi Hulu Kecamatan Pagar Merbau.Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain cross sectional. Populasi penelitian
adalah seluruh balita di Desa Sukamandi Hulu, dengan teknik total sampling sebanyak 78 responden. Data diperoleh melalui wawancara terstruktur dan pengukuran antropometri, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa 7,7% balita memiliki berat badan lahir rendah (<2.500 gram) dan 92,3% normal. Sebagian besar keluarga memiliki status ekonomi sedang (64,1%), tinggi (34,6%), dan rendah (1,3%). Terdapat hubungan signifikan antara berat badan lahir dengan kejadian stunting (p < 0,05), serta antara status ekonomi
dengan kejadian stunting (p < 0,05).Penelitian ini menekankan pentingnya pemantauan berat badan bayi sejak lahir dan peningkatan kesejahteraanekonomi keluarga untuk mencegah stunting di masyarakat.
Kata kunci: Berat badan lahir, status ekonomi, stunting, balita.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Jurusan/Prodi Gizi Kemenkes Poltekkes Medan > KTI Mahasiswa Jurusan D3 Gizi
Depositing User: Herly Nainggolan Nainggolan
Date Deposited: 27 Jul 2026 02:22
Last Modified: 27 Jul 2026 02:38
URI: https://repository.poltekkes-medan.ac.id/id/eprint/6407

Actions (login required)

View Item
View Item