Saragih, Aqila Putri (2026) SKRINING KADAR GLUKOSA DARAH PADA PASIEN TERAPI AKUPUNTUKTUR SERUMPUN BAMBU DI DESA SAENTIS KECAMATAN PERCUT SEI TUAN KABUPATEN DELI SERDANG. Diploma thesis, Poltekes Kemenkes Medan.
1. COVER & ABSTRAK.pdf - Published Version
Download (1MB) | Preview
2. BAB I.pdf - Published Version
Download (281kB) | Preview
3. BAB II.pdf - Published Version
Download (380kB) | Preview
4. BAB III.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (350kB)
5. BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (368kB)
6. BAB V.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (255kB)
7. DAFTAR PUSTAKA & LAMPIRAN.pdf - Published Version
Download (1MB) | Preview
Abstract
Penyakit Tidak Menular (PTM), khususnya diabetes melitus, merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah. Pemeriksaan kadar glukosa darah penting dilakukan sebagai upaya deteksi dini gangguan metabolik. Salah satu kelompok masyarakat yang berpotensi memiliki variasi kadar glukosa darah adalah pasien yang menjalani terapi alternatif seperti akupunktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar glukosa darah pada pasien terapi akupunktur Serumpun Bambu di Desa Saentis Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif. Sampel berjumlah 20 orang dengan menggunakan teknik accidental sampling. Data diperoleh melalui wawancara dan pemeriksaan glukosa darah sewaktu menggunakan alat Snibe Biossays 240 Plus dengan metode GOD PAP. Data dianalisis secara deskriptif dalam bentuk distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan (80%) dan berada pada kelompok usia 46 59 tahun serta ≥60 tahun. Berdasarkan riwayat penyakit, mayoritas responden memiliki riwayat asam urat (35%). Hasil pemeriksaan kadar glukosa darah menunjukkan bahwa 16 responden (80%) memiliki kadar glukosa normal dan 4 responden (20%) memiliki kadar glukosa tinggi. Kadar glukosa tinggi lebih banyak ditemukan pada responden perempuan dan kelompok usia lanjut. Berdasarkan riwayat penyakit, kadar glukosa tinggi ditemukan pada pasien dengan hipertensi, stroke, dan diabetes melitus. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagian besar pasien terapi akupunktur memiliki kadar glukosa darah dalam batas normal. Namun, tetap ditemukan adanya kadar glukosa tinggi pada sebagian responden, sehingga skrining glukosa darah tetap penting dilakukan sebagai upaya deteksi dini risiko PTM.
Kata Kunci: Glukosa Darah Sewaktu, Skrining, Penyakit Tidak Menular
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine |
| Divisions: | Jurusan/Prodi TLM Kemenkes Poltekkes Medan > KTI Mahasiswa Jurusan D3 Teknologi Laboratorium Medis |
| Depositing User: | Hermawani Syafriani Matondang |
| Date Deposited: | 26 Aug 2026 04:59 |
| Last Modified: | 26 Aug 2026 04:59 |
| URI: | https://repository.poltekkes-medan.ac.id/id/eprint/7390 |
