Tamba, Rosinta Esra (2023) GAMBARAN NILAI HEMATOKRIT PADA PEROKOK AKTIF DI JALAN TEMPULING LINGKUNGAN 7 KOTA MEDAN. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Medan.
COVER & ABSTRAK.pdf - Published Version
Download (580kB)
BAB I.pdf - Published Version
Download (94kB)
BAB II.pdf - Published Version
Download (177kB)
BAB III.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (170kB)
BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (172kB)
BAB V.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only
Download (84kB)
DAFTAR PUSTAKA & LAMPIRAN.pdf - Published Version
Download (1MB)
Abstract
Merokok merupakan salah satu kebiasaan buruk yang sering ditemui dalam
kehidupan sehari-hari, bahkan sudah menjadi kebutuhan yang tidak bisa dihindari
bagi orang yang sudah mengalami kecenderungan terhadap rokok. Paparan asap
rokok yang dihirup oleh perokok yaitu karbonmonoksida masuk ke dalam darah
melalui saluran pernapasan kemudian berikatan dengan hemoglobin dan
membentuk karboksihemoglobin (HbCO) yang mengakibatkan darah menjadi
kental/padat, maka nilai hematokritnya tinggi. Jika kadar karbonmonoksida
berlebihan dalam darah, maka kadar oksigen dalam darah menurun dan tubuh
akan bereaksi dengan meningkatkan produksi eritrosit dan dapat meningkatkan
nilai hematokrit. Adapun masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana
gambaran nilai hematokrit pada perokok aktif di jalan Tempuling Lingkungan 7
Kota Medan dengan tujuan penelitian untuk menentukan persentasi dan
melakukan pemeriksaan nilai hematokrit pada perokok aktif di Jalan Tempuling
Lingkungan 7 Kota Medan berdasarkan kategori perokok ringan, perokok sedang
dan perokok berat. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain
secara deskriptif. Populasi penelitian ini adalah semua warga di Jalan Tempuling
Lingkungan 7 Kota Medan. Sampelnya adalah 30 perokok aktif laki-laki. Teknik
pengambilan sampel dengan cara purposive sampling yaitu penentuan sampel
dimana peneliti menetapkan ciri khusus dan mempertimbangkan sampel yang
paling sesuai dan dianggap dapat mewakili populasi. Pengolahan data
menggunakan tabel terbuka distribusi frekuensi yang disertai penjelasan. Hasil
penelitian dari 30 responden perokok aktif yaitu 24 orang (80%) memiliki kadar
hematokrit normal sedangkan 6 orang (20%) memiliki kadar hematokrit tinggi.
Kesimpulan hasil penelitian yaitu nilai hematokrit normal menandakan bahwa
jumlah sel darah merah dalam volume darah baik. Nilai hematokrit yang tinggi
disebabkan dengan beberapa kondisi seperti terpapar karbonmonoksida, DBD,
polisitemia vera yang membuat tubuh memproduksi eritrosit yang dapat
meningkatkan nilai hematokrit.
Kata Kunci : hematokrit, karbon monoksida, perokok aktif
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine |
| Divisions: | Jurusan/Prodi TLM Kemenkes Poltekkes Medan > KTI Mahasiswa Jurusan D3 Teknologi Laboratorium Medis |
| Depositing User: | Hermawani Syafriani Matondang |
| Date Deposited: | 19 Feb 2026 07:04 |
| Last Modified: | 19 Feb 2026 07:04 |
| URI: | https://repository.poltekkes-medan.ac.id/id/eprint/5297 |
